Headlines News :
Home » » Mengenal Lebih Jauh Pantai Lombang Madura

Mengenal Lebih Jauh Pantai Lombang Madura

Written By Calu on Jumat, 20 April 2012 | 19.59


pantai lombang maduraMengenal Lebih Jauh Pantai Lombang MaduraPantai Lombang merupakan salah satu pantai yang ada di pulau madura tepatnya di Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep yang ditemukan sekitar 1980-an. Orang Berduyun-duyun datang untuk menyaksikan keindahannya. Pantai ini memiliki pasir putih, hutan cemara udang, dan keindahan gunung pasirnya. Wisatawan tak hanya datang dari wilayah Tanah Air. Buktinya banyak wisatawan luar negeri yang datang kepantai lombang sepert dari Jerman, Ame rika Serikat (AS), Belanda, Korea, Jepang, Cina, dan negara lainnya. Kalau mau bermalam di Pantai Lombang, kendati hanya ditempatkan di bangunan terbuat dari bambu dan beratapkan rumbia (daun kelapa kering).
Mereka juga dengan senang hati menikmati keindahan Pantai Lombang yang eksotis di malam hari, walau hanya menggunakan penerang obor. Pantai Lombang di tahun 1970-an merupakan tempat penyair nasional HD Zawawi Imron ‘bersemedi’ untuk mendapatkan inspirasi dalam rangka melahirkan syair-syairnya yang berkualitas. Pria yang hanya lulusan sekolah rakyat (SR) atau setingkat sekolah dasar (SD) itu mengaku inspirasi puisinya yang bagus-bagus, ketika menangkap kesunyian alam Pantai Lombang.
Kecintaannya terhadap Lombang, kemudian ia kerap membawa rekan sesama penyairnya ke Pantai Lombang, seperti Emha Ainun Najib, Sutarji Calsoum Bahri, Taufik Ismail, dan sejumlah penyair lainnya. “Cinta saya terhadap Lombang, bergelayut di daun-daun cemara udang. Saya serasa mendapat ‘ruh’ baru dari pantai itu,“  cetus Zawawi.
Ia mengaku bangga sebagai warga Sumenep yang wilayahnya memiliki nilai lebih dibandingkan kota lainnya di Jawa Timur. Ia lalu mencontohkan tentang kelebihan itu, misalnya situs sejarah Masjid Jamik Keraton Sumenep, kompleks pemakaman keluarga keraton Asta Tinggi, Keraton Sumenep, serta kawasan wisata Pantai Lombang dan Slopeng. Pantai Lombang ahirnya dikenal dari mulut ke mulut, ketika banyak wisatawan dari luar dan lokal berkunjung untuk menikmati keindahannya. “Saat itu lombang masih ‘perawan’, pemerintah setempat belum menyentuhnya,’’ ungkap Zawawi.
Dengan kondisi seperti itu, wisatawan yang akan mengunjungi pantai tersebut harus berjalan kaki untuk menembus pantai, karena pohon cemara masih malang melintang sepanjang kurang lebih satu kilometer digugusan gunung pasirnya. Namun, bersamaan booming pamor Pantai Lombang, wisatawan ternyata banyak yang kepincut dengan ke asrian pohon cemara udang. Banyak yang memesan pohon cemara untuk dibawa pulang. Akhirnya cemara udang menjadi komoditas bisnis yang tak terelakkan, ribuah pohon cemara udang di stek dan dibawa ke beberapa kota besar dalam jumlah ratusan truk.
Kondisi tersebut tidak disadarai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, sehingga ribuah pohon cemara udang besar, yang masih asli, ikut juga terangkut ke luar Madura. “Pengangkutan cemara udang dalam skala besar sudah berlangsung lama, sehingga yang tersisa kini hanyalah pohon generasi ketiga,’’ papar Husein, pakar bonsai dari Malang.
Ia lalu menceritakan, mengenal Lombang sejak awal 1980-an. Saat itu kawasan Pantai Lombang sangat magis dan eksentrik, karena perpaduan antara hutan cemara, pantai pasir putih, dan air lautnya yang bersih. “Saya sudah melihat banyak pantai di Indonesia, tapi saya merasa takjub dengan Pantai Lombang “ ungkap Husein. Ia membandingkan dengan Pantai Kuta, Bali, yang kesohor ke mancanegera.
Namun, jika dibandingkan dengan Pantai Lombang, Husien masih memuji Lombang. Sebab keistimewaan Lombang, memiliki garis bentang pantai yang panjang dan mencapai sekitar 20 kilometer, sehingga membuat wisatawan bisa memilih tempat bersantai dengan leluasa.
Ombaknya yang relatif kecil dan lautnya yang tidak terlalu dalam sampai radius satu kilometer, membuat wisatawan berani untuk menceburkan diri. Pantai ini juga sangat bersih dari sampah laut dan kehadiran warga setempat, karena jauh dari perkampungan asli warga Lombang. “Saya bukan asli orang Madura, tak ada untungnya memuji Lombang. Tapi, yang saya katakan fakta, agar warga Sumenep mau memelihara pantai ini “ ujar Husein.
Pria yang juga kolektor bonsai cemara udang itu menambahkan, jika tidak ada yang peduli, maka Pantai Lombang akan rusak dan ditinggalkan wisatawan. Sebab, sejumlah pantai di luar Madura, kini telah gencar menanam cemara udang. Misalnya Pantai Parangtritis di Yogyakarta dan Pantai Pangandaran di Jawa Barat, sudah berhasil menghijuaukan pantainya dengan cemara udang asal Pantai Lombang. Asal tahu saja, keunikan pantai lombang adalah dengan memilikinya pohon cemara udang yang merupakan pohon yang tidak dimiliki oleh pantai manapun di indonesia, sehingga pohon cemara udang merupakan ciri khas yang dimiliki oleh pantai lombang.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Alon-arah.blog - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger